Pages

Jumat, 29 Mei 2020

Sastra Lucu


(Sembilang)
diatas sebatang bambu
di tengah laut
kaki menjuntai dicumbu angin
gelombang gemulai menyapa
memberi kabar dari pekat malam
hening sepi melempar selendang
jauh diangkasa
gemerlap pijar gemintang
dan di bawah sipit mata rembulan
burung malam mengepak sayap
menembus dingin dalam gelap
sekilas angan terbang
mengintip pulau yang basah
mendengar ocehannya
mengapa ia betah disitu
belum lagi mata terbuka
tangan ini dikejutkan oleh kedutan
seakan membentak ,,cepaaat,,!
maka kutarik dengan hati
rasakan tariannya,,perlahan dan
hati hati,,,dan akhirnya,,,,,,,,
Sembilang Becak,,!!!
maka terhentilah puisi ini


(ILER)
kau hempaskan aku
ke pojok kekecewaan
aku tersungkur dan malu
kututupi wajahku dengan bantal
dan aku tertidur,,,,,
duri cintamu menusuk
menancap tepat di kantong liurku
begitu dalam dan aku mengiler,,,
kubiarkan ilerku menetes
mengalir sampai jauh
dan mengendap mengukir peta
peta pulau berbentuk lopE
LopE yang tertusuk
oleh batang mawar berduri


Matt Gahel Somamura

0 komentar:

Posting Komentar