Pages

Jumat, 29 Mei 2020

Sang pengembara

Misteri
teruslah menjadi misteri
buat hati ini menyusuri
melintasi hari tertusuk dingin sepi
Misteri
teruslah menjadi misteri
buat hati ini menyusuri
melintasi malam tak bertepi
terkoyak sunyi berduri
Misteri
teruslah menjadi misteri
buat hati ini menyusuri
bercucur darah berapi
rapuh dan mati
Misteri
teruslahlah menjadi misteri
sampai hati tertutup bumi
mendekap dingding ari
Misteri
teruslah menjadi misteri
sampai hati dibangkitkan kembali
dan jawaban tak dibutuhkan lagi.

(Mencoba)
Menggenggam air
hanyalah mimpi dalam mimpi
seperti mencari bias pelangi
di langit kelabu
tapi sang pengembara dungu
telah ditampar malaikat cinta
ia terus memburu kuntum mekar
sebelum akhirnya ia tersadar
oleh sambaran petir mulut mungil
sang bidadari
seketika itu
parfum sang Ratu tak harum lagi
kuntum mekar tak seindah dulu
pahit kecut memilah rasa
di ujung lidah yang dulu
seperti ada madu
percikan petir yang jatuh itu
kini tumbuh menjadi duri duri hampa
tertanam di bumi hati
Sang pengembara hanya terdiam
berjalan menutupi wajah buruknya
, mengenang kedunguannya"
"ia mungkin pernah melihat
tapi tak pernah kenal
dan mungkin ia pernah mencintai
tapi ia tak dicintai
dan ia tak pernah menyesalinya

(Di sudut hatinya)
wahai air yang mengalir
mengapakah kau tak sertakan
kotornya hatiku
mengalir bersama mu
wahai gunung yg perkasa
mengapakah tak kau
sediakan tempat bagiku
agar aku dapat membuang wajahku
disitu,,,,
tak adakah penjara di alam ini
untuk membelenggu "cinta liar" ini
wahai batu batu yang keras
sampaikan ini pada tuhan

(sedangkan)
diatas kanvas sepi berbingkai gerimis
mencoba mewarnai malam
sebatang kuas lincah menari
menorehkan tinta kenangan
sebaris terlukis indah
sebelum akhirnya kanvas terkoyak
ingin merajut
namun jarum terlanjur jatuh
dalam tumpukan jerami
benang yang tersedia
terpaksa harus ditelan
hingga otakpun kusut.

(akhirnya move on)
kutulis puisi ini untukmu
tapi kali ini tanpa airmata
karena aku malu pada hujan
yang membasahi kuntum kemboja
di taman rumahku
karena apalah arti airmata
jika membasuh matahati saja
tak mampu
layaknya membawa beban
keringat deras mengucur
namun saat angin semilir membelai,
keringat mengering
dan badan menjadi segar
seperti itu rindu dan kangenku
padamu
seperti lahar yang menggelora
mendidih dan bergemuruh
namun ketika salju membungkus
kuyakin ada kabut kan turun
membawa embun
haahh ademmmmm


Matt Gahel Somamura

0 komentar:

Posting Komentar