Pages

Jumat, 29 Mei 2020

Monolog Daun



Rindang Pohon Mengelilingi Sang Perantau

Daun Berguguran Masih Sangat Hijau

Di hiasi Kembang Mekar-merekah

Ada Harapan Untuk Berbuah


"Tanya ku" Haii Daun...kenapa tangkal mu begitu rapuh ??

"jawab sangka dalam hati" (Apa ada angin jahat, 
hingga Daun terhempas dan terpisah dari pertumbuhannya ??

Aaah...Memang Daun Saja sangat lemah, 
tidak dapat mempertahankan hempasan yang menghujamnya).

"Bentak ku sambil menatap Daun" Loh kok...di tanya cuma diam!!!

'Kasihan Daun.
Owh bukan...bukan karena terhempas,

Tapi kasihan tiadanya mulut tuk berbicara, Jadiii...andai berteriak pun,
siapa yang akan perduli, Sebab Daun BISU.

"mohon ku dengan melas" 
Dauuun...Ceritakan lah perasaan dan keinginan mu, 
supaya bangkai mu di pelataran taman ini bukan hanya sebatas di sapu 
kemudian di bakar bersamaan sampah yang tidak dapat di daur ulang kembali.

Daun...harusnya kamu bisa di perdayakan.
mungkin di awetkan untuk hiasan-hiasan yang indah.
sekali pun nafas mu sudah tiada namun keberadaan cangkang mu 
masih berguna tuk hiasan bohongan.

Syammas

0 komentar:

Posting Komentar