Pages

Jumat, 29 Mei 2020

MANTAN



kecantikan terpancar dari bola matanya
tinggi semampai,bersih kencang kulitnya
kain motiv kembang dan kebaya putih
membungkus liuk lekuk tubuhnya yang ramping

sanggul hitam dengan tusuk konde bunga melati
senyum manis mengiringi langkah yang aggun
seperti sutera merah bermanik mutiara yang dihembus angin
seperti mawar merah di pagi buta harum baunya

ia seperti Cleopatra pada mitologi Yunani
atau bagai Dewi Sinta pada cerita Pewayangan,,
hemmmm,,,,,,,

sayang,,sayang,sayang berakhir tragis.
kecantikannya membawa malang nasibnya
dimana kau sekarang,,

Hemm...Elok senja di kaki langit
merah merona redamkan nestapa

sungguh harmonis alam berpadu
melukis rona bahagia diruang hati

kini mentari meredup
lalu menitip salam pada rembulan


karena remang sudah mengambang
dan sebentar lagi gelap menjelang
sang bintang tak akan datang
karena sedang sibuk berdandan
sebelum akhirnya jatuh
ditelan lautan,,,,,


saat ini,,
keheningannya merayap di tembok hati
bisikannya mengendap di pikiran
tersentuhlah temali jiwa
lantunkan dawai kerinduan
suaranya memanggil manggil kembali
hasrat yang sedang menggantung di awan
terhentaklah rasa
yang sedang terbaring di dasar lautan
dan terciptalah sebuah taman
tempat bermain hayalan
yang sesungguhnya adalah
penjara sempit dan kumuh
yang membelenggu batin
malam ,,,,
cepatlah berlalu,,!

(monolog ku pada hati)
tidurlah hati
selimut ini terlalu tebal
tak ada lagi yang terlihat
nanti kamu sakit
istirahatlah hati
jangan paksakan
ini terlalu berat
nanti kamu patah
sadarlah hati
jangan lupakan kodrat
kamu hanya segumpal
cairan darah membeku
bernapaslah hati
pada udara bagianmu
haaaaahhhhhh,,,,,,,,,,,

Di hati ada kertas
tertuang disitu puisi jiwa
syair syair yang mengalir
tentang rembulan, tentang matahari dan bintang
tentang gelora, hasrat, cinta dan keagungan
tentang kebahagiaan,kesedihan,kehampaan dan harapan
dan tentang seribu tentang.


namun tanpa kata...
terbungkus rapi dikalbu


tak akan terbaca selama jiwa tangguh menanggung,,,
maaf,,jika ada mata hati yang mampu membaca
simpan ia direlung dada
karena puisi hati hanya untuk hati,,,,,,,

Dan Kemudian....,
sepi tersisih
terhimpit sesak rasa
asing di pelataran pesta
tersudut di sisi hati
hampa menindih
gundah mendera
merintih tercabik
sukma merana
meringkuk dalam sesak
ada tiada
tiada ada,,,,,,
pecah buyar asa
dilumat kecewa,,
ada cinta
kecewa ada
Sang Rahwana semena mena,,,,,
lepaslah,,lepas
hati bebas terlepas,,,
bernyanyilah riang
disetiap nafas

Dan akhirnya,,,
sepi adalah ruang kosong di palung jiwa
kesenyapan dalam perputaran detik waktu
kesunyian terdalam di sebuah belantara kehidupan
penjara kusam bagi hati dan fikiran

tapi sepi juga adalah sebuah makna
tantangan tuk mengisi ruang kosong
kesenyapan adalah ketersediaan waktu
tuk memperdengarkan siulan

kesunyian adalah kota ramai bagi ide ide
dan penjara kusam adalah landasan hati
dan fikiran menuju cakrawala kebebasan
maka ,,,
berapa banyak orang menjadi besar karena sepi
menjadi move on karena senyap
menjadi sukses karena sunyi
karena tiadalah mungkin disebut bebas
kecuali setelah terpenjara,,,,

Matt gahel Somamura

0 komentar:

Posting Komentar