Pages

Jumat, 29 Mei 2020

BERBISIK




Meski cahaya peraknya tertahan awan
Tapi masih mampu menembus rimbun dahan

Saat angin mengelus manja
Sinarnya yang jatuh ke tanah bahkan menjadi sangat indah

Menari anggun menyapa ranting ranting kering yang berserakan
Bulannya begitu cantik
Dan Aku hanya berani mengintip, karena bayu berbisik
" Terang tak berbagi pada gelap"

biarlah di bawah saja
bersama rumput liar dan dahan kering
bermain tanah merawat akar
terus merajut
membariskan huruf terpisah
membuat pagar sekedarnya
sambil mendengarkan indahnya suara
burung burung yang berkicau
berusaha bernafas dari jiwa
agar dapat sedikit udara dari luasnya anugrah
dan mengambil manfaat dari singkatnya waktu
mencicipi setetes embun dari percikan telaga
berdiri sepijakan kaki di tanah membentang
datang sendiri
mengembara sendiri
pergi sendiri
kini di bawah senja sendiri
menanti senyuman kekasih,,,,,

rumput liar menjalar tebal
membalut gundukan tanah yang
membujur
helaian daun bambu berserak
bertindih kuntum kemboja yang
berguguran
di bawah pohon waru doyong
yang diam seribu bahasa
ilalang manggut manggut
seakan sedang memunguti
serpihan masa lalu
pohon angsana dan pohon ambon
dipeluk rimbunnya pohon beringin
saksi bisu yang kini mulai pasrah
dimakan zaman
di tengah batu berlumut yang
mengelilingi gundukan tanah
sebatang pohon mawar berduri
tumbuh tepat diatasnya
menghibur sepi lembabnya suasana
there's nothing to say anymore
life & love begin at the and,,,,,,

Matt Gahel Somamura

0 komentar:

Posting Komentar